Apakah anda sedang berencana untuk membangun sebuah rumah hunian dalam waktu dekat ini? Jika iya, maka sudah waktunya anda untuk sedikit belajar mengenai serba-serbi dalam membangun rumah. Meskipun nantinya anda akan mempercayakan pembangunan rumah anda terhadap para profesional yang sudah ahli dalam bidangnya, namun tidak ada salahnya bukan jika anda mulai menambah pengetahuan. Agar nantinya anda bisa memiliki andil yang cukup besar dalam perencanaan maupun pengawasan pembangunan rumah impian anda.
Nah kali ini kita akan sedikit mengulas mengenai bahan material yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan dinding. Pada saat ini ada dua opsi pilihan yang cukup populer dalam bahan baku pembuatan dinding, yaitu bata merah dan juga bata hebel. Apa sih perbedaan antara keduanya? Manakah yang lebih tepat digunakan untuk rumah anda nantinya? Untuk menjawab rasa penasaran anda, langsung saja kita ulas bersama melalui pembahasan di bawah ini!

Perbedaan Bahan Utama Bata Merah Dan Bata Hebel

Beda jenis material, maka akan berbeda pula bahan utama pembuatannya. Kita mulai terlebih dahulu dari bata merah, yang memiliki bahan baku dari tanah liat. Tidak semua tanah liat bisa digunakan untuk membuat bata merah, hanya tanah liat yang terdiri dari kandungan pasir tertentu yang cocok untuk digunakan. Tanah liat tersebut akan melalui proses pencetakan, yang kemudian akan dibakar pada suhu tinggi sehingga akan menjadi benar-benar kering, mengeras, dan hasil akhirnya akan berwarna kemerah-merahan.

Kemudian untuk bata hebel sendiri, terdapat dua jenis bata berbeda yaitu AAC dan CLC. Bata hebel AAC (Autoclaved Aerated Concrete) membutuhkan bahan baku utama berupa semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan juga pasta alumunium. Lalu untuk bata hebel CLC (Cellular Lightweight Concrete) menggunakan bahan baku utama berupa pasir, semen, air, dan busa.
Dari perbedaan bahan utama tersebut, kita sudah mengetahui bahwa bata hebel menggunakan bahan baku yang lebih kompleks dibandingkan dengan bata merah. Dari perbedaan bahan utama tersebut, anda bisa mengetahui manakah yang sekiranya akan lebih tepat dan cocok digunakan terhadap jenis bangunan yang akan anda bangun nantinya.

Perbedaan Kekuatan Bata Merah Dan Bata Hebel

Setelah mengetahui perbedaan dalam bahan utama pembuatan bata merah dan juga bata hebel, sekarang kita lihat dari segi kekuatannya. Untuk urusan kekuatan dan daya tahannya, tentu akan berbeda antara bata merah dan juga bata hebel. Adanya perbedaan bahan utama dan proses pembuatan antara keduanya, menjadikan bata merah dan bata hebel memiliki kekuatan dan daya tahan yang berbeda.

Saat dalam proses produksi pembuatan bata hebel, akan digunakan bahan pengikat berupa semen. Dalam hal ini tentunya semen akan sedikit lebih unggul dibandingkan tanah liat yang dipakai pada prose produksi bata merah. Karena itulah, dari segi kekuatan dan daya tahan maka bata hebel akan lebih baik dibandingkan dengan bata merah.Pada bata hebel, adanya penggunaan campuran bahan yang sama seperti bahan pembuatan beton, menjadikan bata hebel memenuhi standar dalam pembuatan bangunan tahan gempa. Hal ini tentu tidak bisa kita dapatkan pada material bata merah.
Pada bata merah setelah dilakukan sejumlah tes, diperoleh hasil dimana bata merah memiliki kemampuan untuk menahan beban sekitar 25 kilogram per sentimeter persegi. Berbeda dengan hasil tes pada bata hebel dimana dapat menahan beban hingga mencapai 40 kg per sentimeter persegi.
Melalui hasil tes tersebut maka kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa dari segi kekuatan, bata hebel memiliki kekuatan lebih unggul dimana hampir dua kali lipat dari bata merah. Sampai disini mungkin anda sudah bisa mendapatkan gambaran besar mengenai perbedaan dari kedua bahan material tersebut. Namun tunggu dulu, masih ada beberapa perbedaan lainnya yang perlu anda ketahui sebelum bisa memutuskan pemilihan yang paling tepat untuk bahan bangunan anda.

Perbedaan Penggunaan Bata Merah Dan Bata Hebel

Diatas kita sudah melihat perbedaan keduanya dari segi kekuatan dan juga bahan baku utama pembuatannya. Sekarang kita akan melihat adanya perbedaan dari bata merah dan bata hebel dari sisi penggunaannya. Disini kita akan melihat akan adanya perbedaan dari sisi penggunaannya, karena memang adanya perbedaan dari karakteristik antar kedua bahan material tersebut.
Pada bata merah, kita akan menjumpai adanya ukuran dan juga bentuk yang tidak seragam. Cukup dimaklumi memang, karena bata merah umumnya diproduksi oleh industri rumahan. Karena bentuknya yang tidak seragam tersebut maka akan dibutuhkan plesteran yang tebal untuk bisa menghasilkan dinding yang rata. Meski begitu, bata merah ini cukup mudah untuk dipasang tanpa memerlukan keahlian khusus. Dari sinilah, kita bisa melihat bahwa bata merah akan tepat digunakan pada bidang bangunan yang relatif kecil.

Lain halnya dengan bata hebel, dimana telah diproduksi dengan teknologi yang lebih modern. Hasilnya, bata hebel memiliki ukuran, bentuk, dan kualitas yang seragam. Melihat dari segi kekuatan dan karakteristik bata hebel tersebut, maka dari sisi penggunaannya akan jauh lebih tepat diaplikasikan pada bidang bangunan yang jauh lebih besar ataupun yang terdiri dari beberapa lantai.

Perbedaan Berat Bata Merah Dan Bata Hebel

Selanjutnya kita akan sedikit membahas mengenai perbedaan berat antara keduanya. Dari dimensi fisik, kita akan melihat bahwa bata hebel memiliki bentuk yang lebih besar. Namun hal itu ternyata tidak mempengaruhi bobot dari bata hebel tersebut.
Meskipun bentuknya lebih kecil, namun justru bata merah memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan bata hebel. Hal ini jelas akan mempengaruhi durasi dalam pengangkutan dan juga waktu pemasangannya. Berbeda dengan bata hebel yang memiliki bobot lebih ringan. Adanya keunggulan dari bobot yang lebih ringan tersebut nantinya akan cukup terasa dalam proses pengangkutan dan juga durasi pemasangannya.

Perbedaan Harga Bata Merah Dan Bata Hebel

Lantas bagaimana dengan perbedaan harganya? Tentunya anda akan penasaran dengan harga yang harus dibayarkan. Wajar memang, karena dalam proses pembangunan kita harus jeli, cermat, dan juga penuh perhitungan terkait masalah anggaran pembangunan.

Setelah mengetahui berbagai perbedaan karakteristik dan juga keunggulan dari masing-masing bahan material tersebut, maka pastinya anda sudah bisa menerka adanya perbedaan harga yang cukup signifikan. Pada bata merah, anda bisa mendapatkannya dengan harga yang cukup terjangkau, yang pastinya mudah untuk ditemukan pada hampir semua toko material.
Lain halnya dengan bata hebel. Pada saat ini ketersediannya bisa dibilang masih cukup jarang jika kita bandingkan dengan ketersediaan bata merah. Dan untuk harganya, bisa dipastikan menjadi lebih mahal dibandingkan dengan bata merah mengingat beberapa keunggulan yang tidak bisa dijumpai pada bata merah.

Kesimpulan

Lantas kesimpulan akhirnya, manakah yang lebih tepat untuk anda pilih? Bata merah atau bata hebel? Tentu pilihan akhirnya ada di tangan anda, dimana akan anda sesuaikan dengan besarnya bidang yang akan dibangun dan juga besaran anggaran yang dimiliki.
Jika anda hendak membangun rumah yang tidak terlalu besar dan dengan anggaran yang relatif mepet, maka bata merah adalah pilihan yang paling tepat untuk anda. Sebaliknya, jika anda mendambakan bangunan dengan beberapa lantai dan mempunyai anggaran yang lebih
besar, maka memilih bata hebel akan jauh lebih tepat mengingat keunggulannya yang mampu menopang struktur bangunan secara lebih prima.
Nah itu tadi ulasan mengenai perbedaan antara bata merah dan juga bata hebel. Tentunya kami harapkan setelah ini anda tidak perlu lagi bimbang dalam memilih antara ingin menggunakan bata merah ataupun bata hebel dalam struktur rumah idaman anda. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada ulasan menarik berikutnya!

Please follow and like us:
0
20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan