Bagi anda penggemar kesederhanaan dalam memainkan seni desain interior pastinya tidak asing lagi dengan tema minimalis dan juga skandinavia. Seperti kita ketahui bersama, jika membahas tentang konsep yang menekankan kesederhanaan dalam memainkan tata letak maupun pemilihan interior sebuah ruangan, maka tidak akan jauh dari tema minimalis maupun skandinavia, karena memang kedua tema tersebut yang memiliki kaitan yang cukup erat dengan adanya konsep kesederhanaan. Namun apakah anda mengerti akan perbedaan dari kedua tema tersebut?

Nah, untuk lebih memberikan pengetahuan yang mendalam kepada anda mengenai kedua tema tersebut, maka kali ini kita akan membahas lebih lanjut lagi mengenai desain interior minimalis vs desain interior skandinavia. Karena mungkin diantara anda sudah sangat sering mendengarkan kedua istilah tersebut, namun hingga sekarang masih sering tertukar penyebutan antara keduanya. Atau mungkin diantara anda juga masih sering keliru dalam membedakan karakteristik antara kedua tema tersebut? Karena itu, yuk mari coba kita bahas lebih mendalam lagi. Karena dengan mengetahui lebih mendalam lagi karakteristik kedua tema tersebut, kemudian mengetahui perbedaan antara keduanya, maka nantinya anda tidak akan kebingungan lagi menentukan tema mana sih yang paling cocok dan tepat untuk anda terapkan.

Jika anda masih merasa bingung dalam membedakan antara tema minimalis dengan tema skandinavia tentunya adalah sebuah hal yang wajar, karena memang ada kemiripan dalam keduanya. Kedua tema tersebut sama-sama mengusung nilai kesederhanaan dalam tampilannya. Lalu kesederhanaan seperti apakah yang dimaksud? Kesederhanaan yang dimaksudkan adalah dengan tidak adanya dekorasi yang berlebihan. Jadi bisa dikatakan sebuah kesederhanaan dengan adanya dekorasi yang minim, dimana tidak membebani kapasitas ruangan yang ada. Namun dari kesederhanaan tersebut, justru mampu memunculkan adanya keindahan estetika dimana menjadikan nilai sederhana yang ada menjadi berkelas dan tampil secara elegan .

Kemudian dari kedua tema tersebut jika anda ingin mengetahui manakah yang sekiranya lebih cocok untuk anda terapkan, dan manakah yang lebih sesuai dengan kepribadian anda, tentunya anda harus mengetahui lebih lanjut lagi perbedaan karakteristik antara tema minimalis dan juga skandinavia. Untuk lebih jelasnya yuk langsung kita cek perbedaannya di bawah ini.

  • Pemilihan Material Yang Berbeda

Jika kita lihat perbedaan kedua tema tersebut dari sisi pemilihan materialnya, maka akan terlihat bedanya. Pada desain skandinavia, kita akan lebih sering menemukan penggunaan material-material berbahan dari kayu, kulit, maupun kaca. Sedangkan pada gaya minimalis, kita akan menemukan adanya pilihan material yang jauh lebih bervariasi dibandingkan dari desain skandinavia. Kemudian untuk warna juga kita bisa temukan perbedaan yang cukup mendasar. Dimana pada gaya skandinavia, maka anda akan cenderung menemukan adanya banyak penggunaan warna netral yang bersifat kalem. Sedangkan pada gaya minimalis, anda akan lebih menemukan adanya kebebasan ekspresi dalam pemilihan warna yang jauh lebih beragam.

  • Adanya Perbedaan Inspirasi

Lanjut ke perbedaan berikutnya, anda akan mendapati adanya perbedaan inspirasi antara kedua gaya tersebut. Jika pada desain skandinavia, maka anda akan jelas dengan mudah menemukan sumber inspirasinya yang berasal dari alam. Pada penerapan dekorasi dan juga furniture yang digunakan dalam desain interior skandinavia anda akan menemukan adanya korelasi langsung dengan alam sekitar. Para desainer sendiri pun mengakui, mereka sangat terinspirasi dari alam dalam membentuk model dan juga gaya skandinavia.

Sementara pada gaya desain interior minimalis, lebih mendapatkan inspirasi dari berbagai hal yang lebih beragam, semisal era dan gaya desain khas pada suatu negara. Kemudian ada juga kontemporer serta futuristik, yang termasuk sebagai salah satu inspirasi dalam terciptanya gaya minimalis. Maka tak heran jika anda mendapati adanya berbagai macam corak kultur maupun kebudayaan yang bercampur dengan berbagai tema modern dalam gaya minimalis, dikarenakan adanya sumber inspirasi yang banyak jumlahnya dan juga beragam.

Gaya minimalis sendiri adalah tren desain yang dimulai pada abad ke-20 dan berlanjut hingga masa sekarang. Desain minimalis bisa dikatakan sebagai desain yang dipreteli, dihapus bagian-bagian yang tidak perlu, sampai hanya meninggalkan elemen-elemen terpentingnya saja. Pernyataan terkenal untuk desain minimalis berasal dari seorang arsitek bernama Ludwig Mies van der Rohe yang berbunyi Less Is More. Dan pernyataan lainnya datang dari seorang desainer ternama Buckminster Fuller yang mengatakan “Doing more with less”.

Lalu menurut The Art Story, istilah minimalis pertama kali digunakan untuk menggambarkan karya para seniman visual Amerika di tahun 1960an, termasuk Robert Morris dan Anne Truitt. Dan sekarang ini istilah tersebut digunakan juga untuk berbagai hal diluar desain interior, termasuk baju hingga pernak-pernik pecah belah. Secara estetika, gaya minimalis ini dipengaruhi oleh desain tradisional Jepang, terutama dari aspek potongan sederhana dan bersih serta atmosfer yang mengalir dari satu ruangan ke ruangan yang lain di dalam rumah.

  • Kesimpulan

Setelah cukup mengetahui perbedaan mendasar antar kedua gaya tersebut, maka pastinya anda sudah bisa mulai menimbang gaya manakah yang sekiranya cocok dalam menunjang selera dan juga kepribadian anda untuk anda tuangkan dalam interior rumah hunian anda. Secara garis besarnya, maka dapat dikatakan bahwa gaya skandinavian merupakan salah satu bagian dari gaya minimalis, dimana memiliki karakteristik yang lebih spesifik yaitu berkaitan dengan alam sekitar. Sehingga dapat dikatakan juga bahwa desain interior skandinavia sudah pasti memiliki tampilan yang minimalis, namun penampilan atau gaya minimalis belum tentu terasa seperti gaya skandinavia.

Bagi anda yang memiliki keterikatan, ketertarikan dengan alam, maka gaya skandinavia merupakan sebuah gaya yang cocok untuk anda terapkan. Gaya ini jelas akan sangat cocok untuk anda yang merupakan pecinta alam, dimana nantinya anda akan menempatkan banyak ornamen, hiasan, furnitur, dan lain sebagainya yang bertemakan alam ke dalam hunian anda. Jadi untuk anda yang mendambakan adanya kesederhanaan yang indah, perpaduan selaras dengan alam, serta adanya nuansa kesejukan natural pada hunian anda, maka gaya skandinavian merupakan pilihan yang terbaik untuk anda terapkan nantinya.

Sedangkan untuk anda yang lebih menginginkan kesederhanaan dalam balutan nuansa yang lebih umum, dimana nantinya akan anda padu padankan dengan berbagai karakteristik ataupun nilai yang beragam, maka gaya desain minimalis adalah yang paling pas untuk anda terapkan. Gaya minimalis akan sangat cocok untuk anda penyuka hal yang lebih beragam. Semisal jika anda merupakan seorang pecinta alam dan juga penyuka hal-hal yang bertemakan modern, maka anda bisa menggabungkan keduanya dalam gaya minimalis. Tidak adanya batasan inspirasi dalam gaya minimalis menjadikan anda bisa bebas berkreasi menggabungkan berbagai macam hal ke dalamnya, selama masih dalam koridor kesederhanaan yang estetik.

Demikianlah ulasan singkat yang bisa kami berikan mengenai perbedaan interior minimalis dan juga desain interior skandinavia, sehingga dengan mengetahui perbedaannya maka anda akan bisa menentukan manakah gaya yang sesuai dengan karakter dan juga kepribadian anda. Tentunya kami harapkan pembahasan kali ini bisa bermanfaat bagi anda dalam memilih seni desain interior yang paling tepat untuk anda.

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan