Bagi kebanyakan orang, mungkin tidak akan terlalu memperhatikan soal plafon ketika akan membangun sebuah rumah. Bisa jadi, plafon ini akan menjadi bagian terakhir yang akan diperhatikan. Padahal plafon rumah juga termasuk salah satu bagian penting yang bisa menunjang keindahan dan juga fungsionalitas dalam rumah hunian anda nantinya.
Tidak hanya berfungsi sebagai penutup rangka atap belaka, plafon berfungsi pula sebagai tempat untuk menyembunyikan seluruh instalasi air maupun listrik pada rangkanya. Terlebih lagi, plafon juga akan memegang peranan penting dalam hal sirkulasi udara, peredaman kebisingan suara, dan sebagainya.
Mengingat plafon yang fungsinya tidak hanya sekedar penutup belaka, melainkan juga mampu menunjang tampilan estetik pada rumah anda, maka kali ini kita akan coba membahas lebih jauh mengenai plafon. Khususnya mengenai beberapa jenis plafon yang umum digunakan, beserta dengan karakteristiknya.
Bagi anda yang masih cukup awam mengenai berbagai jenis plafon, tentunya ulasan kita kali ini akan mampu menambah pengetahuan anda. Jadi simak terus ulasannya ya!

Plafon Triplek

Yang pertama ada plafon triplek. Plafon jenis ini tentunya sudah sering anda jumpai bukan? Karena memang plafon ini umum dan sering digunakan pada berbagai tipe rumah.
Anda akan mudah menemukan plafon jenis triplek ini di pasaran, yang biasanya dijual dalam bentuk lembaran. Akan ada berbagai macam tipe ketebalan plafon triplek yang bisa anda pilih, untuk nantinya anda sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk proses instalasinya juga terbilang cukup mudah, dimana bisa anda pasangkan pada rangka kayu.

Saat anda memilih jenis plafon triplek ini, anda akan mendapatkan keuntungan dari sisi biaya. Dimana plafon triplek ini memiliki harga yang cukup terjangkau dan terbilang murah. Selain itu, jenis ini memiliki kelebihan berupa bobotnya yang cukup ringan. Sehingga nantinya akan mempermudah anda dalam proses instalasinya.
Untuk kekurangannya, anda akan menemukan adanya kelemahan pada jenis plafon triplek ini dari segi daya tahannya. Plafon triplek ini akan rentan terhadap api dan juga bisa mudah rusak jika terlalu sering terkena api. Jika anda bisa meminimalisir resiko ini, maka jenis plafon ini bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa anda pertimbangkan.

Plafon Eternit

Berikutnya kita akan beranjak pada jenis plafon eternit. Jenis plafon ini mampu memberikan nuansa dan kesan yang dingin untuk ruangan yang ada di bawahnya. Jadi jika anda ingin suasanya yang nyaman dan juga berkesan dingin, anda bisa coba untuk melirik jenis plafon yang satu ini.

Sekarang kita lihat dari sisi kelebihannya. Apa sih kelebihan yang ditawarkan oleh jenis plafon eternit ini? Jika anda melihat dari segi anggaran, maka anda akan merasakan kelebihan yang ditawarkan yaitu harganya yang cukup terjangkau.
Bahan dasar plafon ini adalah menggunakan campuran bahan dasar semen dan bahan kain perca, dimana mampu memberikan ketahanan terhadap api. Selain itu plafon jenis ini tidak akan mudah lapuk meskipun terkena tetesan air.
Untuk kekurangannya, anda bisa melihat dari karakternya yang terkesan ringkih dan mudah retak. Sehingga anda harus cukup memberikan perhatian dan juga berhati-hati saat proses pemasangannya.

Plafond Gypsum

Yuk lanjut lagi, sekarang kita beralih ke jenis plafon gypsum. Jika anda sering berkunjung ke beberapa rumah yang mengusung konsep minimalis, pastinya anda akan sering menjumpai adanya penggunaan jenis plafon ini untuk penutup atapnya.

Berbicara mengenai kelebihannya, untuk jenis plafon gypsum ini sama dengan jenis plafon triplek, dimana cukup mudah untuk ditemukan di pasaran dan juga mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Untuk modelnya, anda akan menemukan beberapa model, di antaranya kubah dan juga model bertingkat.
Sekarang dari segi kekurangannya, jenis plafon gypsum ini bisa dikatakan sangat rentan terhadap air. Hal ini dikarenakan karakteristiknya yang memiliki daya serap tinggi terhadap air. Karena itu, plafon jenis ini memiliki potensi resiko yang cukup tinggi untuk roboh jika sering berhadapan dengan permasalahan kebocoran pada atap. Jika anda sanggup mengatasi resiko ini, maka pemilihan jenis plafon ini bisa jadi pertimbangan mengingat harganya yang ekonomis dan juga adanya model yang beragam dimana bisa menunjang gaya penampilan interior anda.

Plafon GRC

Yang berikutnya ada jenis plafon GRC, atau Glass Fiber Reinforced Cement Board. Jenis plafon ini juga termasuk salah satu yang umum dan juga populer untuk digunakan. Plafon GRC ini terbuat dari campuran serat dan semen, dimana memiliki bahan dasar yang mirip dengan beton, akan tetapi lebih ringan. Jika beton memiliki tulang baja di dalamnya, maka plafon GRC ini menggunakan serat glassfiber sebagai penguatnya.

Dari sisi kelebihannya, selain dari harganya yang cukup ekonomis maka anda akan menjumpai adanya keunggulan dari segi daya tahan. Jenis plafon ini memiliki ketahanan terhadap api dan juga air, yang pastinya lebih unggul dari jenis plafon triplek.
Berbeda dari plafon triplek yang cenderung kaku, plafon GRC mudah dibentuk karena sifat materialnya yang luwes dan bisa mengikuti bentuk-bentuk melengkung tertentu. Dengan begitu, maka anda bisa leluasa dalam berkreasi menentukan desain penutup ruangan anda nantinya.
Nah sekarang dari sisi kelemahannya. Meskipun cukup oke dari sisi kelebihannya, namun pastinya jenis plafon ini akan tetap memiliki kelemahan. Dan kelemahan yang cukup terlihat adalah, plafon GRC memiliki proses instalasi yang tergolong rumit sehingga memerlukan jasa tukang yang ahli agar mampu memberikan hasil akhir yang rapi.

Plafon PVC

Lanjut lagi ya, kini kita beralih ke jenis plafon PVC. Mungkin anda sudah sering mendengar istilah PVC atau Polyvinyl Chloride, yang memang sudah dikenal sebagai bahan utama pembuatan pipa air. Tapi saat ini, PVC juga turut digunakan sebagai material pembuatan plafon rumah.

Anda akan mendapatkan sejumlah kelebihan pada jenis plafon ini, seperti daya tahan prima terhadap api dan air, anti rayap, dan juga memiliki bobot ringan dimana bisa mempermudah anda dalam proses pemasangan. Selain itu, jenis plafon ini mempunyai tampilan yang bisa dibilang stylish, serta tersedia dalam beragam warna yang bisa anda sesuaikan dengan selera dan kebutuhan desain interior anda.
Lalu bagaimana dengan kekurangannya? Untuk kekurangannya, jenis plafon ini tidak memungkinkan untuk dicat secara manual. Jadi nantinya anda harus mengganti plafon baru saat sudah bosan dengan warnanya. Selain itu, dari segi harga juga terbilang masih cukup mahal. Namun jika anda melihat dari berbagai kelebihan yang ditawarkan, tentunya akan sebanding bukan?

Plafon Metal

Yang terakhir, kita akan bahas mengenai jenis plafon metal. Plafon metal atau metal ceiling merupakan sistem rangka plafon yang semua panelnya terbuat dari bahan baja lapis zincalume steel, dengan perbandingan Zinc 45% dan Alumunium 55%.

Dari sisi kelebihannya, anda akan dengan mudah menemukan berbagai macam motif yang bisa disesuaikan dengan selera dan juga konsep pilihan anda. Dan pastinya, plafon jenis ini juga akan tahan air, tahan rayap, dan juga memilik durabilitas yang cukup mumpuni.
Kemudian dari sisi kekurangan, tentunya berkaitan dengan harga jualnya. Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan jenis plafon ini, karena memang harga jualnya yang terbilang mahal. Namun jka anda ingin mendapatkan penampilan yang berbeda pada desain interior ruangan anda, maka jenis plafon ini bisa menjadi pertimbangan yang pas mengingat tampilan ragam motifnya.
Nah itu tadi ulasan singkat yang bisa kami berikan mengenai berbagai jenis plafon rumah beserta kelebihan dan juga kekurangannya. Kami harapkan bisa menambah pengetahuan bagi anda dalam menentukan pilihan yang tepat dan juga sesuai dengan kebutuhan rumah anda. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada ulasan menarik berikutnya!

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan