Semua orang tentu ingin mempunyai rumah sendiri, apalagi jika rumah yang kita bangun adalah rencana yang kita buat sendiri. Tapi sebelum anda ingin merencanakan untuk membangun rumah, ada baiknya anda harus mengerti langkah-langkah sebelum membangun rumah.

Berikut ini adalah Tips membangun rumah dari “Karya Mandiri” kontraktor:

  1. Semisal pengerjaan rumah anda di lakukan oleh pemborong atau kontrak, sebaiknya and membeli dahulu beberapa barang yang mudah dan cukup untuk anda beli seperti kusen pintu serta jendela. Lalu letakkan di dalam ruangan yang menurut anda aman dari panas dan hujan, sebaiknya anda simpan di lokasi yang tertutup. Selanjutnya kita akan memerlukan dan memerintahkan tukang untuk mulai bekerja dari awal.
  2. Setelah itu tukang akan memasang tapak kolom dan kolom serta mengecor kaki kolom. Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengecor kaki kolom adalah mintalah tukang untuk menarik siku ulang, perhatikan agar lokasi dimana tapak kolom dan kolom ditaruh sudah benar. Hal ini dikarenakan jika besi sudah dicor maka akan sulit untuk merubahnya. Ini penting karena kesalahan dalam peletakan tapak kolom berarti merubah gambar secara keseluruhan.
  3. Pasang besi sloof, pastikan kaitan-nya kuat dan benar. Perhatikan untuk membuat perencanaan saptitank dna saluran air kotor, pastikan juga untuk kloset yang digunakan jongkok atau duduk, karena berbeda pemasangannya. Saluran air kotor dan saluran kloset ke saptictank dibuat terlebih dahulu, dengan menembus sloof atau pondasi. jika lupa dibuat maka akan berujung boros, karena kita akan membutuhkan tukang untuk memboboknya lagi.
  4. Selanjutnya adalah memasang kolom. Pasang papan cor pada sloof dan kolom. Oh yah jangan lupa besi jangkar untuk dinding juga dipasang di kolom. Butuh 1-2 hari menyelesaikan pemasang besi berikut papan cor-nya. Pada pengecoran, sebaiknya gunakan molen. Jangan lupa, sebelum mengecor sloof, mintalah tukang untuk menyiku ulang. Kebanyakan tukang malas untuk menyiku ulang berkali kali, dan mengandalkan hanya siku saat bowplank saja. Padahal siku sebelum sloof dicor adalah hal yang penting, jika siku bowplank salah maka letak sloof dan kolom juga salah, jika kedua ini salah, maka dinding tidak akan siku. Celakanya ketidak sikuan dinding ini baru diketahui setelah akhir pembangunan, yaitu saat pemasangan keramik. Hal ini biasanya diakali tukang dengan menebalkan plesteran mengikuti selisih ukuran agar tembok menjadi siku. Tembok yang tebal plesterannya ini akan gampang retak. Oleh karena itu, haruslah ngotot untuk meminta penyikuan.
  5. Tentukan dahulu hendak memakai bata atau batako, jika rumah hendak dipasang AC dan kedepan ada rencana dijual lagi, maka pakailah bata. Jika dikehendaki suhu hangat dan tidak hendak dijual lagi, maka boleh memakai batako. Tukang akan menarik garis as tembok dan memasang 2 lapis bata diatas sloof untuk acuan. 30 cm diatas sloof, perintahkanlah kepada tukang untuk membuat plesteran dengan perbandingan 1:3, dimana 1 bagian pasir dan 3 bagian semen. Ini bertujuan agar bangunan yang dimiliki tidak berjamur. Setelah 30 cm, maka selanjutnya perbandingan pasir dan semen adalah 1:5. Pastikanlah bata  yang dipasang anda dicelup air dahulu dan kemudian sore atau malam harinya anda sirami air sampai basah seluruhnya. Jika terdapat fasilitas, lebih baik lagi jika bata direndam 1 jam sebelum digunakan, dan setelah dipasang diberi kertas semen basah. Lama penyiraman air sampai basah seluruhnya pada sore atau malam hari adalah 7 hari. Setelah sloof kering kita dapat melanjutkan dengan pemasangan kusen-kusen. Pada pemasangan kusen-kusen ini, untuk kusen kayu, pastikan tukang mengecat sisi kusen yang berbatasan dengan tembok dengan meni besi. Tujuan pengecetan dengan meni besi ini adalah supaya kusen tidak lembab. Selesai pemasangan kusen, dilanjutkan dengan pemasangan dinding, kusen jendela, untuk kusen jendela, jangan lupa di meni, glassblock, lubang angin dsb.
  6. Setelah dinding tuntas, selanjutnya adalah pemasangan besi ring balok. Selanjutnya dinding kuda-kuda dan sebagainya. Jika hendak membangun lantai 2, langkah selanjutnya adalah membuat dak dan mengecornya lalu kembali membuat kolom dst.
  7. Selesai itu semua, dipasang balok atap, kayu-kayu kaso, kemudian kayu reng dan yang terakhir memasang genteng.
  8. Sebelum melakukan pemlesteran dindind, pasanglah terlebih dahulu pipa-pipa jaringan listrik untuk saklar lampu dan colokan lainnya. Jika pada dinding tertanam pipa 2,5″ atau lebih besar, maka pastikan menggunakan kawat ayam untuk menyelubungi pipa sehingga plesteran ada bahan rekatan.
  9. Sebelum memplester lantai dan dinding, pasanglah terlebih dahulu pipa-pipa saluran air dan pipa saluran pembuangan mesin cuci, ac dsb. Pastikan untuk setiap saluran air tidak ada yang menyiku atau membelok, jika ada selalu buatlah bak kontrol di persikuannya. Untuk saluran air washback dapur, buatlah bak kontrol walaupun ada atau tidak ada belokan di saluran pembuangannya. Pastikan kemiringan ujung pipa pembuangan satu dengan yang lainnya minimal 2% agar tidak ada air yang menggenang, jadi pipa dengan panjang 4 meter maka kemiringannya minimal 8 cm, jika 8 meter paling sedikit 16 cm. (Untuk proses pengacian bisa menggunakan semen putih TR30 dari Tigaroda agar tidak perlu memplamir lagi).
  10. Saat anda membeli keramik yang akan dipasang pada kamar mandi anda, pastikan ukuran untuk dinding dan lantai berukuran sama, sehingga natnya bisa rapi. Lalu biasakan saat menerima barang / keramik untuk membuka kardus keramik satu persatu untuk melihat apakah ada barang yang pecah atau tidak. Jika pecah, jangan ragu untuk menolak barang tersebut.
  11. Setelah itu mengecat dinding dan tumpengan karena pembangunan rumah sudah selesai. Pada pengecatan dinding jika tukang dan tenaga tidak diawasi, biasanya cat akan berkurang tanpa terpasang didinding kita.

Nah, itulah beberapa tips dari kami sebagai jasa kontraktor. Jika anda membutuhkan jasa pemborong bangunan atau kontraktor, kami siap untuk menjadi partner terbaik anda. Semoga bermanfaat,

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan